Rabu, 16 Desember 2009

Mari kita Turunkan Tarif Internet





      Satu provider GSM memang tidak menaikan harga, tapi menyunat  kuota penggunaan. Tapi kalau dipikir - pikir pemotongan kuota itu tetap saja berarti kenaikan harga.


  Ada sih tawaran koneksi internet tanpa batas alias unlimited. Tapi, koneksi tanpa batas itu pasti ada “bintang kecilnya” yang berarti dengan kondisi tertentu. Ah barangkali penyedia layanan  internet  harus belajar pada lestoran makan sepuasnya, seperti

Hanamasa atau Chicken Buffet. 
 Persoalan harga koneksi internet  itu tidak melulu urusan penyedia jasa internet  atau ISP (internet service provider ).
Kita pelanggan sebaiknya tidak asal pakai karena merasa sudah bayar. Kita harus maklum karena internet  dalam persoalan harga memang soal yang rumit . ISP harus sewa kecepatan bandwidth dalam satuan bit per detik. Kita bayar ke ISP dengan model Kuota.
Teryata persoalan harga koneksi internet  itu enggak hanya urusan IS.
Perilaku kita, pemilik situs web,  juga mempengaruhi harga koneksi. Lha ko?

Analoginya seperti saluran telepon rumah. Percakapan local, dalam satu kode area, bertarif murah. Tapi, kalau telpon ke tempat yang jauh apalagi ke luar negeri, niscaya biayanya mahal. Jarak menentukan harga telepon. Karena sambungan jarak jauh itu teryata semakin sering terjadi. Telkom ga mau menurunkan tarif sambungan itu.

Asal tau saja, situs web milik orang Indonesia masih banyak ditaruh di server yang lokasinya ada di luar negeri. Harga untuk terhubung dengan situs web tersebut menjadi mahal karena harus memakai hubungan internasional. Semakin banyak pengguna server di luar negeri, harga koneksi internet  akan susah turun.


IIX

Sekarang ini ada yang namanya IIX ( Indonesia Internet eXchange ). IIX memungkinkan penempatan server situs web secara local. Seandainya para pemilik situs web mau menggunakan server dalam jaringan IIX, harga koneksi bisa ditekan, bahkan mungkin gratis.

Kalau ditaruh di area local maka kita enggak usah bayar biaya bandwidth ke luar negeri. Anggaplah kita mau bikin portal forum yang hanya bisa diakses oleh orang yang berdomisili di Indonesia. Buat apa diletakkan di server di luar negeri. Taruh saja di dalam negeri sehingga kita tidak perlu sewa bandwidth untuk mengakses  ke luar negeri. Kejauhan dong ! Akses local dengan menggunakan jarinagn IIX pun bisa  lebih cepat karena secara geografis lebih dekat da tidak perlu melalui jaringan lain.


Soal Perilaku


Yang terakhir adalah perilaku pengguna internet. Kebiasaan download melulu bisa bikin tarif internet tetap tinggi. Semakin banyak kita mendownload, kualitas jaringan bisa turun sehingga menggangu kualitas koneksi ke semua pelanggan. Proses download memang memakan bandwidth, apalagi kalu proses itu di lakukan dengan program download manager. Koneksi akan terpakai penuh terus-menerus, tidak seperti browsing dan download via browser.


Bayangkan kalau download itu dilakukan oleh sebagian besar pelanggan. Jaringan bisa semakin lambat. Makanya, agar pemakai tidak hanya download melulu, agar koneksi dipatok dengan kuota.

 Jadi ada 3 hal yang mempengaruhi harga koneksi bisa  turun. Pertama; ISP, Kedua ; pemilik situs web. Ketiga; pelanggan sendiri. Semua ini kalau bisa sinkron mudah -mudahan  tarif  koneksi bisa turun. Itulah yang  jadi alasan tarif  koneksi murah di beberapa  negara maju, apalagi AS. Server-nya ditaruh di sana, yang ngakses juga wong sana.

Bagimana menurut Anda……????

Sumber; PCplus


0 komentar:

Posting Komentar